Jumat, 13 Maret 2015

Fanfiction One Ok Rock Airport

 



Dingin

Sepi

Sendiri

Ketika ku tahu hati ini sudah mengeras untuk kembali dilunakkan, bahkan terlalu membantu.Seolah mata ini terlalu kering untuk air mata. Mendung pun seolah tak mau memudar dan hanya ingin menghalangi birunya langit.

"Mizuki.... ayo kita pulang...."

Suara yang bergema di telinga untuk memintaku segera beranjak dari tempat ini tak kuhiraukan. Aku hanya diam tergugu di balik jendela kaca yang sedikit berembun.

"Mizuki...... "

Suaranya yang berisik itu benar-benar mengusikku. Entah sudah berapa lama ia memanggil namaku untuk mengajakku untuk pulang. Aku harus mengalah kali ini agar aku tidak lagi merasa terpenjara jika aku tak bisa lagi pergi ketempat ini.

Perlahan aku bangkit dari tempatku duduk, dengan tertatih aku berjalan penuh dengan kelesuan dan tak berdaya. Lelaki itu meraih tanganku dengan wajah yang tersenyum puas, kemudian berjalan sambil bergandengan tangan.
Aku tak merasakan apapun saat kami bergandengan tangan, sama sekali. berdegup pun tidak.
Yang kurasakan hanya kekhawatiran ketika aku ada bersamanya dan dalam pengawasannya. Aku tak bisa berlama-lama menikmati sesuatu yang kucari dan kutunggu. Lelaki itu sama sekali tak memberiku kesempatan untuk bersama dengan 'lelakiku sesungguhnya'.

'Lelakiku Sesungguhnya'

Demikian aku menyebutnya.

Ia yang tak pernah tak hadir dalam pikiran dan perasaanku. Ia selalu mengunjungiku dalam mimpi seolah tahu bahwa aku sangat merindukannya.Ia pun tahu aku tak pernah lelah menantinya kembali ke pelukanku. Lelaki yang selalu kucintai dan tak seorang pun boleh menggantikannya.



********



"Sekarang kau boleh istirahat di kamarmu, aku akan mengunjungi kamarmu nanti malam."

Pandanganku menunduk dan hanya memasang wajah memelas. Ah mungkin tidak, aku hanya berpura-pura memasang wajah itu karena aku mempunyai maksud.

"Bolehkah....."

"Eummm....?"

"Bolehkah..... jika aku kembali lagi kesana besok?"

"Tentu.... aku akan menemanimu."



********



Senyum lelaki jangkung itu mengembang, mata yang berkantung hitam itu pun beranjak meninggalkan kamar Mizuki dan menutup serta menguncinya dari luar. Ia sempat bersandar di daun pintu kamar milik Mizuki sembari menghela napas dalam-dalam. Lelaki yang senang memakai kacamatan walau tak memiliki gangguan mata kemudian berjalan dengan sedikit lamunan menuju tempatnya berada.
Ia berharap jika suatu saat ia bisa menyadarkan si gadis tentang mengenai hal yang ada dalam hati dan pikirannya. Ia ingin membukakan mata hati gadis itu bahwa sesuatu yang digenggam tak berarti harus dimiliki.
Harus bagaimana ia harus mengatakan pada gadis itu, ia sama sekali tak punya ide selain hanya menemani gadis itu setiap sore di bandara.

Taka.

Nama lelaki yang selalu Mizuki tunggu kepulangannya untuk kembali bersama dan menikmati aroma wangi kebahagiaan cinta. Taka tak pernah kembali lagi pada Mizuki untuk sekedar meminjamkan bahunya untuk bersandar.
Taka akan akan pernah kembali.
Kecelakaan pesawat di sore jadwal kepulangannya itu membuat Taka tak akan pernah kembali walau hanya mengecup kening Mizuki dan memeluknya hangat. Dan hal itu yang membuat dunia Mizuki berubah.

Wajah lelah dan kuyu lelaki itu hendak memasuki ruangannya ketika seorang wanita memanggil,

"Dokter Toru.... ada pasien baru yang mesti anda periksa."

"Baiklah suster, aku akan kesana dalam lima menit..."

Sang suster hanya membungkuk kemudian berlalu.

Toru, begitulah nama lelaki yang biasa menangani pasien di sebuah rumah sakit jiwa di salah satu sudut Kota Tokyo.

---End---

8 komentar:

  1. Tomoya manaaahhhh xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tar dulu yuaaaa.....
      Tar aku bikinin dueeeeh.....

      Hapus
  2. Sik kok aku bingung iki. Wahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ojo bingung mbak, mengko ndak melu ra waras lho...
      wkwkwkwkwk

      Hapus
  3. hai hai mbak wid, LSP datang memenuhi janji...
    suasana ffnya agak dark gimana gitu....
    saya sulit mengijaminasikan karakternya karena saya tidak mengenal mereka, yah itu sih eman salah saya sendiri sih... wwkwkwk....
    saya suka dengan pembawaan cerita model beginian, tapi saya sedikit bingung dengan scene terkahir, tentang dokter Toru itu, secara keseluruhan, apakah hubungan scene terkakhir dengan karakter A dan B yang berperan di scene-scene sebelumnya?
    Thank you udah baca review gaje ini, hehe...
    see you :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas L makasih banget udah mampir & nyempetin review dimari, tapi sebelumnya minta maaf banget kalo udah lebih seminggu belum juga balesin review nya. Maapkan saya yang suka sok sibuk hehehe

      Jadi ceritanya begini Mas L...
      Si cewek itu punya cowok yang dia sayang banget tapi akhirnya mati kecelakaan pesawat jadi pikirannya agak terganggu. Nah si Dokter itu temennya sih cewek dan agak-agak punya feeling gitu lah sama si cewek tapi ya bertepuk sebelah tangan gitu deh mas L. Mungkin kurang diperjelas ya dalam cerita saya, maapkan epep saya yang kurang sempurna hehehe.

      Setelah balesin review ini, saya lanjut balesin review yang kedua mas L...

      Hapus

Feel free to comment... silahkan....